Kalau kamu pernah pegang laporan keuangan hotel, pasti tahu rasanya: angka beda sedikit saja bisa bikin pusing tujuh keliling. Mulai dari laporan kamar, restoran, laundry, sampai pajak semuanya harus sinkron. Sayangnya, masih banyak hotel yang input datanya manual, pindah-pindah Excel, atau bahkan rekap pakai catatan.
Di sinilah integrasi antara PMS (Property Management System) dengan software accounting jadi penyelamat. Bukan cuma bikin kerjaan lebih cepat, tapi juga membantu mengurangi kesalahan laporan keuangan secara signifikan.
Yuk kita bahas dengan bahasa santai dan gampang dimengerti.
Sebelum lanjut, kita samakan dulu pemahaman.
PMS (Property Management System) adalah sistem operasional hotel. Isinya mulai dari:
Reservasi kamar
Check-in & check-out tamu
Billing tamu
Data pembayaran
Laporan okupansi dan pendapatan
Sedangkan software accounting fokus ke:
Pencatatan pemasukan dan pengeluaran
Laporan laba rugi
Neraca keuangan
Pajak
Rekonsiliasi bank
Kalau PMS dan accounting berdiri sendiri tanpa integrasi, biasanya data harus dipindahkan manual. Nah, di situlah potensi salah input mulai muncul.
Banyak hotel masih mengalami hal-hal seperti ini:
Kasir input transaksi di PMS, lalu accounting input ulang ke sistem keuangan. Capek, makan waktu, dan rawan typo.
Pendapatan di PMS beda dengan laporan accounting. Akhirnya harus cek ulang satu per satu.
Salah ketik nominal, salah tanggal, atau transaksi terlewat bisa bikin laporan melenceng.
Menjelang akhir bulan, tim keuangan sering lembur hanya untuk cocokin data.
Kalau dibiarkan, bukan cuma buang waktu, tapi juga bisa berdampak ke keputusan bisnis yang salah.
Integrasi berarti data dari PMS otomatis terkirim ke sistem accounting tanpa perlu input manual lagi.
Contohnya:
Tamu bayar kamar → otomatis tercatat sebagai pendapatan di accounting.
Refund → langsung tercatat sebagai pengurangan.
Pajak → otomatis terhitung sesuai setting.
Laporan harian → langsung bisa ditarik dari satu sumber data yang sama.
Semua jalan otomatis, real-time, dan minim kesalahan.
Karena tidak ada input manual berulang, risiko salah angka jadi jauh lebih kecil.
Staff tidak perlu rekap ulang. Waktu bisa dipakai untuk pekerjaan yang lebih produktif.
Manajemen bisa melihat kondisi keuangan secara real-time dan terpercaya.
Data rapi, jejak transaksi jelas, dan mudah ditelusuri.
Tidak perlu lagi cocok-cocokan data sampai larut malam.
Bayangkan hotel dengan 50 kamar, setiap hari ada:
Pembayaran kamar
F&B
Laundry
Extra bed
Deposit
Kalau semua dicatat manual, peluang salah input sangat besar. Tapi kalau PMS sudah terintegrasi dengan accounting:
Semua transaksi otomatis masuk ke laporan keuangan.
Pajak langsung terhitung.
Owner bisa cek omzet harian kapan saja.
Simple, rapi, dan minim drama
Jawabannya: Justru hotel kecil sangat terbantu.
Karena:
Tim biasanya terbatas.
Admin sering rangkap tugas.
Waktu dan tenaga harus efisien.
Dengan sistem terintegrasi, satu orang bisa handle operasional sekaligus laporan tanpa kewalahan.
Kalau kamu mau mulai, perhatikan beberapa hal ini:
Mudah digunakan – Staff tidak perlu belajar terlalu lama.
Support lokal & training jelas – Penting kalau ada kendala.
Laporan lengkap dan real-time
Bisa terhubung langsung dengan sistem accounting
Aman dan cloud-based – Data tidak mudah hilang.
Integrasi PMS dengan accounting bukan lagi kebutuhan hotel besar saja. Hotel kecil dan menengah pun sangat terbantu dengan sistem ini. Selain mengurangi kesalahan laporan keuangan, operasional jadi lebih rapi, cepat, dan profesional.
Kalau hotelmu masih ribet urusan laporan dan sering beda angka, mungkin ini saatnya upgrade sistem
Kalau kamu membutuhkan PMS Cloud yang sudah terintegrasi dengan sistem accounting untuk operasional hotel, COBA GRATIS sekarang juga dan rasakan sendiri kemudahannya dalam mengelola bisnis hotel secara lebih efisien dan akurat.