Kalau kamu baru terjun ke dunia perhotelan, pasti pernah dengar istilah night audit. Biasanya dilakukan tengah malam sampai dini hari, pas tamu lagi tidur nyenyak.
Meski kelihatannya sepi dan tenang, justru night audit adalah salah satu proses paling krusial di operasional hotel.
Salah sedikit, laporan bisa berantakan. Tapi kalau rapi, manajemen hotel bakal sangat terbantu. Nah, biar nggak bingung, yuk kita bahas night audit dari nol dengan bahasa santai.
Singkatnya, night audit adalah proses pengecekan dan penutupan transaksi harian hotel yang dilakukan pada malam hari.
Biasanya dikerjakan oleh Night Auditor, yang tugasnya gabungan antara resepsionis dan akuntan mini.
Tujuan utamanya:
Memastikan semua transaksi hari ini sudah tercatat
Menutup hari operasional
Menyiapkan sistem untuk transaksi hari berikutnya
Ibaratnya, night audit itu seperti tombol “save & close” sebelum hotel masuk ke hari baru.
Tanpa night audit, hotel bisa:
Salah hitung pendapatan
Laporan keuangan tidak sinkron
Masalah saat rekonsiliasi bulanan
Ribet saat dicek owner atau auditor
Dengan night audit yang benar:
Data transaksi jadi rapi dan valid
Laporan harian bisa langsung dipakai manajemen
Operasional besok pagi jadi lancar
Biar kebayang, ini alur night audit yang umum dilakukan di hotel:
Mulai dari:
Room charge
Extra bed
Breakfast
Laundry
Mini bar
Restaurant & lainnya
Pastikan semua sudah masuk sistem, tidak ada yang nyempil atau lupa di-posting.
Ini bagian yang sering bikin deg-degan ?
Cash di laci ≠ laporan sistem?
→ Harus dicari selisihnya
Pembayaran cash, transfer, kartu kredit dicek satu per satu
Kalau pakai PMS, proses ini biasanya jauh lebih cepat dan minim salah hitung.
Untuk tamu yang masih menginap, sistem akan:
Menambahkan biaya kamar ke folio tamu
Menghitung pajak & service charge
Tanpa proses ini, pendapatan kamar bisa nggak ke-record.
Setelah semua beres:
Sistem ditutup untuk transaksi hari ini
Tanggal otomatis berpindah ke hari berikutnya
Ini momen krusial. Kalau ada yang belum beres tapi sudah di-close, biasanya ribet di belakang.
Beberapa laporan penting:
Daily Revenue Report
Occupancy Report
Cashier Report
Room Status Report
Laporan ini biasanya dipakai:
Front Office pagi
Accounting
Manajemen hotel
Kalau dirangkum, night audit punya tujuan utama:
?? Menjamin keakuratan pendapatan hotel
?? Menutup operasional harian dengan rapi
?? Menyiapkan data untuk laporan keuangan
?? Menghindari kesalahan yang berulang
Ini nih yang sering kejadian, terutama di hotel yang masih manual atau SDM baru:
Laundry sudah dipakai, tapi belum masuk sistem.
Hasilnya? Pendapatan bocor.
Ada selisih kecil, dibiarkan.
Padahal kalau sering terjadi, lama-lama jadi masalah besar.
Transaksi hari ini malah masuk ke tanggal besok.
Akibatnya laporan harian jadi tidak akurat.
Night audit di-close padahal:
Masih ada tamu check-in
Masih ada transaksi restoran
Ini sering bikin laporan harus direvisi manual.
Kalau sistem error dan tidak ada backup, bisa bikin panik satu hotel ?
Gunakan PMS hotel yang otomatis
Biasakan checklist sebelum tutup hari
Jangan terburu-buru saat end of day
Simpan laporan secara rapi (digital lebih aman)
Pastikan staf night audit paham alur, bukan sekadar klik-klik
Night audit memang dilakukan saat hotel terlihat sepi, tapi perannya sangat vital.
Dengan proses night audit yang benar, hotel bisa:
Punya laporan keuangan yang akurat
Menghindari kebocoran pendapatan
Membantu manajemen ambil keputusan yang tepat
Kalau night audit rapi, pagi hari pun jadi lebih tenang Night Audit Hotel: Proses, Tujuan, dan Kesalahan yang Sering Terjadi