Kesalahan Manajemen Hotel Baru yang Sering Terjadi

Membuka hotel baru memang terasa menyenangkan. Bangunan sudah siap, kamar terlihat menarik, dan promosi mulai berjalan. Namun, kenyataannya banyak hotel baru justru mengalami kesulitan setelah beberapa bulan beroperasi.



Masalahnya sering bukan pada bangunan atau fasilitas, melainkan pada manajemen operasional hotel. Kesalahan kecil di awal bisa berdampak besar pada pelayanan, keuangan, hingga reputasi hotel.



Supaya hotel baru bisa berkembang dengan stabil, penting untuk mengetahui kesalahan yang paling sering terjadi dan bagaimana cara menghindarinya.



Berikut pembahasan santai tapi penting untuk calon pemilik atau pengelola hotel baru.



1. Operasional Masih Serba Manual



Banyak hotel baru mencoba menghemat biaya dengan menjalankan operasional secara manual, misalnya:





Masalah muncul saat tamu mulai ramai:





Solusinya, sejak awal gunakan sistem operasional hotel seperti PMS agar data otomatis tercatat dan operasional lebih rapi.



2. Tidak Punya SOP yang Jelas



Hotel berjalan 24 jam, melibatkan banyak staf dengan shift berbeda. Tanpa SOP (Standard Operating Procedure), setiap staf bisa bekerja dengan cara berbeda.



Contoh masalah yang sering muncul:





Akibatnya, pengalaman tamu jadi tidak konsisten.



Hotel yang baik memiliki SOP sederhana tapi jelas sejak awal operasional.



3. Salah Menentukan Harga Kamar



Kesalahan umum hotel baru adalah:





Banyak hotel baru juga tidak memantau harga kompetitor di sekitar.



Strategi harga yang baik harus fleksibel, mengikuti permintaan pasar dan musim wisata.



4. Terlalu Bergantung pada OTA



OTA memang membantu hotel mendapatkan tamu dengan cepat. Namun banyak hotel baru akhirnya:





Idealnya, hotel tetap memanfaatkan OTA tapi juga mendorong reservasi langsung melalui website atau kontak hotel.



Booking langsung membantu meningkatkan keuntungan hotel.



5. Perekrutan Staf Tanpa Training yang Cukup



Hotel baru sering fokus mengisi posisi staf secepat mungkin tanpa memberikan pelatihan cukup.



Akibatnya:





Training dasar pelayanan hotel sangat penting sebelum hotel mulai menerima tamu.



6. Tidak Mengontrol Biaya Operasional



Di awal pembukaan hotel, pengeluaran sering tidak terasa besar karena fokus pada pembukaan. Namun setelah beberapa bulan, biaya operasional bisa membengkak.



Contoh biaya yang sering tidak terkontrol:





Tanpa laporan keuangan rutin, pemilik hotel sering terlambat menyadari masalah keuangan.



7. Kurangnya Monitoring Operasional Harian



Beberapa pemilik hotel menyerahkan operasional sepenuhnya kepada staf tanpa monitoring rutin.



Akibatnya:





Hotel tetap membutuhkan pemantauan data operasional, laporan harian, dan evaluasi rutin.



8. Menggunakan Banyak Sistem yang Tidak Terintegrasi



Hotel baru kadang memakai banyak aplikasi berbeda:





Akibatnya data tidak sinkron dan operasional menjadi rumit.



Solusi yang lebih praktis adalah menggunakan sistem hotel yang sudah terintegrasi dalam satu platform, sehingga operasional bisa berjalan lebih sederhana dan efisien.



Salah satu solusi yang bisa digunakan adalah Hotelmu.id, sistem manajemen hotel yang dirancang agar mudah digunakan bahkan oleh hotel yang baru mulai beroperasi.



Hotelmu.id membantu operasional hotel melalui fitur seperti:





Dengan sistem yang terintegrasi dan mudah digunakan, hotel tidak perlu memakai banyak aplikasi berbeda yang justru membuat operasional semakin rumit.



9. Kurang Fokus pada Pengalaman Tamu



Beberapa hotel terlalu fokus pada kamar dan bangunan, tapi lupa bahwa tamu mencari pengalaman menginap.



Hal kecil yang sering terlupakan:





Padahal pengalaman tamu menentukan apakah mereka akan kembali atau memberikan ulasan baik.



Cara Menghindari Kesalahan Manajemen Hotel Baru



Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:



Gunakan sistem operasional hotel sejak awal

Siapkan SOP kerja yang jelas

Lakukan training staf sebelum operasional

Pantau laporan hotel secara rutin

Gunakan strategi harga yang fleksibel

Dorong reservasi langsung selain OTA

Gunakan sistem hotel yang terintegrasi agar operasional lebih mudah

Fokus pada pengalaman tamu



Manajemen hotel yang rapi sejak awal membuat hotel lebih mudah berkembang.



Kesimpulan



Banyak hotel baru gagal berkembang bukan karena lokasi atau fasilitas, melainkan karena kesalahan manajemen di awal operasional.

Kesalahan seperti operasional manual, tidak memiliki SOP, salah menentukan harga, hingga kurangnya kontrol operasional sering menjadi penyebab utama.



Dengan manajemen yang baik dan dukungan sistem operasional yang tepat, seperti penggunaan sistem terintegrasi Hotelmu.id, hotel baru dapat menjalankan operasional lebih rapi, staf bekerja lebih mudah, dan tamu mendapatkan pengalaman menginap yang lebih baik sejak hari pertama operasional.