Komisi OTA Hotel: Berapa Potongannya dan Cara Menghitungnya

Kalau kamu kerja di hotel atau sedang mengelola penginapan, pasti sudah tidak asing dengan OTA. Setiap ada booking masuk dari OTA, pasti ada yang namanya komisi.



Pertanyaannya:

Sebenarnya berapa sih potongan komisi OTA? Dan bagaimana cara menghitungnya dengan benar?



Tenang, kita bahas santai dan mudah dipahami ya.



Apa Itu OTA?



OTA adalah singkatan dari Online Travel Agent, yaitu platform online yang menjual kamar hotel.



Beberapa OTA yang paling sering digunakan hotel di Indonesia:





OTA membantu hotel mendapatkan tamu lebih cepat, tapi sebagai gantinya mereka mengambil komisi dari setiap transaksi.



Berapa Persentase Komisi OTA?



Besaran komisi berbeda-beda, tergantung:





Namun secara umum, komisi OTA berada di kisaran:



15% – 25% per booking



Contoh rata-rata:





Semakin tinggi exposure dan ikut program promo, biasanya komisi bisa lebih besar.



Cara Menghitung Komisi OTA (Contoh Praktis)



Supaya tidak bingung, kita pakai contoh sederhana.



Contoh 1 – Komisi 15%



Harga kamar: Rp 1.000.000

Komisi OTA: 15%



Perhitungan:



15% × 1.000.000 = Rp 150.000



Artinya:





Contoh 2 – Komisi 20%



Harga kamar: Rp 750.000

Komisi: 20%



20% × 750.000 = Rp 150.000



Hotel menerima:

750.000 – 150.000 = Rp 600.000



Makin tinggi komisi, makin kecil net revenue hotel.



Hati-Hati dengan Harga NET dan Harga Publish



Ini yang sering bikin salah hitung.



Ada dua sistem harga di OTA:



1 Sistem Publish Rate (Commission Based)



Hotel pasang harga jual, lalu dipotong komisi.



Contoh:

Harga jual 1.000.000 → dipotong 20% → hotel terima 800.000



2 Sistem Nett Rate



Hotel sudah memberikan harga NET ke OTA.



Contoh:

Hotel kasih net 800.000

OTA bebas jual 1.000.000



Di sistem ini, hotel tidak lagi dipotong komisi karena sudah kasih harga bersih.



Bagaimana Cara Menghitung Harga Supaya Tidak Rugi?



Ini tips penting.



Kalau target kamu ingin menerima bersih Rp 1.000.000 dan komisi OTA 20%, maka rumusnya:



Harga jual = Target Net ÷ (1 – Persentase Komisi)



Jadi:



1.000.000 ÷ (1 – 20%)

1.000.000 ÷ 0,8 = Rp 1.250.000



Artinya kamu harus jual Rp 1.250.000 supaya setelah dipotong 20% tetap dapat 1 juta bersih.



Apakah Komisi OTA Mahal?



Tergantung sudut pandang.



Kelebihan OTA:





Kekurangannya:





Karena itu, strategi terbaik biasanya kombinasi:





Tips Mengelola Komisi OTA dengan Bijak





  1. Jangan hanya fokus okupansi, perhatikan net revenue




  2. Gunakan sistem hotel (PMS) agar laporan komisi rapi




  3. Evaluasi performa tiap OTA




  4. Buat promo direct booking agar tidak 100% tergantung OTA




  5. Hitung ulang harga jika ikut program diskon OTA





Kesimpulan



Komisi OTA hotel umumnya berada di kisaran 15%–25% per booking. Cara menghitungnya cukup sederhana: harga kamar dikalikan persentase komisi.



Namun yang lebih penting bukan hanya tahu potongannya, tapi bagaimana menerapkan strategi penjualan dan harga agar hotel tetap untung dan tidak hanya ramai tamu tapi tipis margin. Maka dari itu, sangat penting bagi hotel untuk menyadari pentingnya memaksimalkan direct booking. Bagaimana caranya? Hotel bisa mulai menggunakan aplikasi perhotelan yang sudah tersistem dengan baik dan terintegrasi.



Seperti HOTELMU, yang menawarkan solusi aplikasi hotel terintegrasi. Antara Software PMS Hotel, Channel Manager dengan Booking Engine yang sudah terintegrasi dengan biaya yang murah, tanpa adanya potongan besar pertransaksi.



Baca Juga : Cara Meningkatkan Reservasi Hotel Melalui Website Sendiri