Kalau kamu kerja di hotel atau sedang mengelola penginapan, pasti sudah tidak asing dengan OTA. Setiap ada booking masuk dari OTA, pasti ada yang namanya komisi.
Pertanyaannya:
Sebenarnya berapa sih potongan komisi OTA? Dan bagaimana cara menghitungnya dengan benar?
Tenang, kita bahas santai dan mudah dipahami ya.
OTA adalah singkatan dari Online Travel Agent, yaitu platform online yang menjual kamar hotel.
Beberapa OTA yang paling sering digunakan hotel di Indonesia:
Booking.com
Traveloka
Agoda
Tiket.com
OTA membantu hotel mendapatkan tamu lebih cepat, tapi sebagai gantinya mereka mengambil komisi dari setiap transaksi.
Besaran komisi berbeda-beda, tergantung:
Negosiasi kontrak
Lokasi hotel
Tipe properti
Program promo tambahan
Namun secara umum, komisi OTA berada di kisaran:
15% – 25% per booking
Contoh rata-rata:
Booking.com: ±15% – 20%
Agoda: ±15% – 20%
Traveloka: ±18% – 24%
Semakin tinggi exposure dan ikut program promo, biasanya komisi bisa lebih besar.
Supaya tidak bingung, kita pakai contoh sederhana.
Harga kamar: Rp 1.000.000
Komisi OTA: 15%
Perhitungan:
15% × 1.000.000 = Rp 150.000
Artinya:
Tamu bayar: Rp 1.000.000
OTA ambil: Rp 150.000
Hotel terima bersih: Rp 850.000
Harga kamar: Rp 750.000
Komisi: 20%
20% × 750.000 = Rp 150.000
Hotel menerima:
750.000 – 150.000 = Rp 600.000
Makin tinggi komisi, makin kecil net revenue hotel.
Ini yang sering bikin salah hitung.
Ada dua sistem harga di OTA:
Hotel pasang harga jual, lalu dipotong komisi.
Contoh:
Harga jual 1.000.000 → dipotong 20% → hotel terima 800.000
Hotel sudah memberikan harga NET ke OTA.
Contoh:
Hotel kasih net 800.000
OTA bebas jual 1.000.000
Di sistem ini, hotel tidak lagi dipotong komisi karena sudah kasih harga bersih.
Ini tips penting.
Kalau target kamu ingin menerima bersih Rp 1.000.000 dan komisi OTA 20%, maka rumusnya:
Harga jual = Target Net ÷ (1 – Persentase Komisi)
Jadi:
1.000.000 ÷ (1 – 20%)
1.000.000 ÷ 0,8 = Rp 1.250.000
Artinya kamu harus jual Rp 1.250.000 supaya setelah dipotong 20% tetap dapat 1 juta bersih.
Tergantung sudut pandang.
Kelebihan OTA:
Exposure besar
Booking cepat
Tidak perlu biaya marketing besar
Cocok untuk hotel baru
Kekurangannya:
Margin berkurang
Ketergantungan pada pihak ketiga
Perang harga dengan kompetitor
Karena itu, strategi terbaik biasanya kombinasi:
OTA untuk traffic
Direct booking untuk profit maksimal
Jangan hanya fokus okupansi, perhatikan net revenue
Gunakan sistem hotel (PMS) agar laporan komisi rapi
Evaluasi performa tiap OTA
Buat promo direct booking agar tidak 100% tergantung OTA
Hitung ulang harga jika ikut program diskon OTA
Komisi OTA hotel umumnya berada di kisaran 15%–25% per booking. Cara menghitungnya cukup sederhana: harga kamar dikalikan persentase komisi.
Namun yang lebih penting bukan hanya tahu potongannya, tapi bagaimana menerapkan strategi penjualan dan harga agar hotel tetap untung dan tidak hanya ramai tamu tapi tipis margin. Maka dari itu, sangat penting bagi hotel untuk menyadari pentingnya memaksimalkan direct booking. Bagaimana caranya? Hotel bisa mulai menggunakan aplikasi perhotelan yang sudah tersistem dengan baik dan terintegrasi.
Seperti HOTELMU, yang menawarkan solusi aplikasi hotel terintegrasi. Antara Software PMS Hotel, Channel Manager dengan Booking Engine yang sudah terintegrasi dengan biaya yang murah, tanpa adanya potongan besar pertransaksi.
Baca Juga : Cara Meningkatkan Reservasi Hotel Melalui Website Sendiri