Lembah Permai Hanjuang No.2 Blok H, Kota Cimahi



   

Kesalahan Manajemen Hotel Baru yang Sering Terjadi

Daftar Isi

  • 1. Operasional Masih Serba Manual
  • 2. Tidak Punya SOP yang Jelas
  • 3. Salah Menentukan Harga Kamar
  • 4. Terlalu Bergantung pada OTA
  • 5. Perekrutan Staf Tanpa Training yang Cukup
  • 6. Tidak Mengontrol Biaya Operasional
  • 7. Kurangnya Monitoring Operasional Harian
  • 8. Menggunakan Banyak Sistem yang Tidak Terintegrasi
  • 9. Kurang Fokus pada Pengalaman Tamu
  • Cara Menghindari Kesalahan Manajemen Hotel Baru
  • Kesimpulan

Membuka hotel baru memang terasa menyenangkan. Bangunan sudah siap, kamar terlihat menarik, dan promosi mulai berjalan. Namun, kenyataannya banyak hotel baru justru mengalami kesulitan setelah beberapa bulan beroperasi.

Masalahnya sering bukan pada bangunan atau fasilitas, melainkan pada manajemen operasional hotel. Kesalahan kecil di awal bisa berdampak besar pada pelayanan, keuangan, hingga reputasi hotel.

Supaya hotel baru bisa berkembang dengan stabil, penting untuk mengetahui kesalahan yang paling sering terjadi dan bagaimana cara menghindarinya.

Berikut pembahasan santai tapi penting untuk calon pemilik atau pengelola hotel baru.

1. Operasional Masih Serba Manual

Banyak hotel baru mencoba menghemat biaya dengan menjalankan operasional secara manual, misalnya:

  • Reservasi dicatat di buku atau Excel

  • Status kamar dicek manual

  • Tagihan tamu dihitung manual

  • Laporan harian dibuat satu per satu

Masalah muncul saat tamu mulai ramai:

  • Booking dobel

  • Kamar belum siap saat tamu datang

  • Data transaksi salah

  • Laporan tidak akurat

Solusinya, sejak awal gunakan sistem operasional hotel seperti PMS agar data otomatis tercatat dan operasional lebih rapi.

2. Tidak Punya SOP yang Jelas

Hotel berjalan 24 jam, melibatkan banyak staf dengan shift berbeda. Tanpa SOP (Standard Operating Procedure), setiap staf bisa bekerja dengan cara berbeda.

Contoh masalah yang sering muncul:

  • Standar kebersihan kamar berbeda tiap staf

  • Proses check-in tidak konsisten

  • Pelayanan tamu tidak sama setiap shift

  • Penanganan komplain berbeda-beda

Akibatnya, pengalaman tamu jadi tidak konsisten.

Hotel yang baik memiliki SOP sederhana tapi jelas sejak awal operasional.

3. Salah Menentukan Harga Kamar

Kesalahan umum hotel baru adalah:

  • Harga terlalu murah sehingga sulit menutup biaya operasional

  • Harga terlalu mahal sehingga kamar sulit terjual

  • Tidak menyesuaikan harga saat high season & low season

Banyak hotel baru juga tidak memantau harga kompetitor di sekitar.

Strategi harga yang baik harus fleksibel, mengikuti permintaan pasar dan musim wisata.

4. Terlalu Bergantung pada OTA

OTA memang membantu hotel mendapatkan tamu dengan cepat. Namun banyak hotel baru akhirnya:

  • Bergantung penuh pada OTA

  • Tidak mengembangkan booking langsung

  • Terus membayar komisi tinggi

Idealnya, hotel tetap memanfaatkan OTA tapi juga mendorong reservasi langsung melalui website atau kontak hotel.

Booking langsung membantu meningkatkan keuntungan hotel.

5. Perekrutan Staf Tanpa Training yang Cukup

Hotel baru sering fokus mengisi posisi staf secepat mungkin tanpa memberikan pelatihan cukup.

Akibatnya:

  • Pelayanan kurang profesional

  • Staf bingung menjalankan tugas

  • Kesalahan operasional sering terjadi

  • Komplain tamu meningkat

Training dasar pelayanan hotel sangat penting sebelum hotel mulai menerima tamu.

6. Tidak Mengontrol Biaya Operasional

Di awal pembukaan hotel, pengeluaran sering tidak terasa besar karena fokus pada pembukaan. Namun setelah beberapa bulan, biaya operasional bisa membengkak.

Contoh biaya yang sering tidak terkontrol:

  • Listrik & air

  • Laundry

  • Gaji karyawan

  • Supplies kamar

  • Maintenance

Tanpa laporan keuangan rutin, pemilik hotel sering terlambat menyadari masalah keuangan.

7. Kurangnya Monitoring Operasional Harian

Beberapa pemilik hotel menyerahkan operasional sepenuhnya kepada staf tanpa monitoring rutin.

Akibatnya:

  • Kesalahan operasional tidak cepat terdeteksi

  • Pendapatan bocor

  • Standar pelayanan menurun

Hotel tetap membutuhkan pemantauan data operasional, laporan harian, dan evaluasi rutin.

8. Menggunakan Banyak Sistem yang Tidak Terintegrasi

Hotel baru kadang memakai banyak aplikasi berbeda:

  • Reservasi pakai satu sistem

  • Laporan pakai sistem lain

  • POS restoran terpisah

  • Housekeeping manual

Akibatnya data tidak sinkron dan operasional menjadi rumit.

Solusi yang lebih praktis adalah menggunakan sistem hotel yang sudah terintegrasi dalam satu platform, sehingga operasional bisa berjalan lebih sederhana dan efisien.

Salah satu solusi yang bisa digunakan adalah Hotelmu.id, sistem manajemen hotel yang dirancang agar mudah digunakan bahkan oleh hotel yang baru mulai beroperasi.

Hotelmu.id membantu operasional hotel melalui fitur seperti:

  • Manajemen reservasi dan operasional kamar (PMS)

  • Integrasi Channel Manager untuk OTA

  • Booking engine untuk reservasi langsung

  • Laporan operasional hotel yang mudah dipahami

  • Sistem berbasis cloud yang bisa diakses kapan saja

  • Tampilan sistem yang sederhana sehingga staf cepat belajar menggunakannya

Dengan sistem yang terintegrasi dan mudah digunakan, hotel tidak perlu memakai banyak aplikasi berbeda yang justru membuat operasional semakin rumit.

9. Kurang Fokus pada Pengalaman Tamu

Beberapa hotel terlalu fokus pada kamar dan bangunan, tapi lupa bahwa tamu mencari pengalaman menginap.

Hal kecil yang sering terlupakan:

  • Proses check-in lambat

  • Respons staf kurang ramah

  • Kamar belum siap

  • Keluhan tamu lambat ditangani

Padahal pengalaman tamu menentukan apakah mereka akan kembali atau memberikan ulasan baik.

Cara Menghindari Kesalahan Manajemen Hotel Baru

Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:

Gunakan sistem operasional hotel sejak awal
Siapkan SOP kerja yang jelas
Lakukan training staf sebelum operasional
Pantau laporan hotel secara rutin
Gunakan strategi harga yang fleksibel
Dorong reservasi langsung selain OTA
Gunakan sistem hotel yang terintegrasi agar operasional lebih mudah
Fokus pada pengalaman tamu

Manajemen hotel yang rapi sejak awal membuat hotel lebih mudah berkembang.

Kesimpulan

Banyak hotel baru gagal berkembang bukan karena lokasi atau fasilitas, melainkan karena kesalahan manajemen di awal operasional.
Kesalahan seperti operasional manual, tidak memiliki SOP, salah menentukan harga, hingga kurangnya kontrol operasional sering menjadi penyebab utama.

Dengan manajemen yang baik dan dukungan sistem operasional yang tepat, seperti penggunaan sistem terintegrasi Hotelmu.id, hotel baru dapat menjalankan operasional lebih rapi, staf bekerja lebih mudah, dan tamu mendapatkan pengalaman menginap yang lebih baik sejak hari pertama operasional.


gambar whatsapp